KESALAHAN UMUM MAHASISWA DALAM MENULIS MAKALAH DAN CARA MEMPERBAIKINYA SECARA AKADEMIK

Kesalahan Umum Mahasiswa dalam Menulis Makalah dan Cara Memperbaikinya

Menulis makalah adalah keterampilan fundamental yang harus dikuasai setiap mahasiswa, namun seringkali menjadi sumber kebingungan. Banyak mahasiswa terjebak pada kesalahan teknis yang sebenarnya dapat dihindari dengan pemahaman struktur yang benar. Artikel ini akan menguraikan berbagai kesalahan umum mahasiswa dalam menulis makalah, mulai dari kesalahan struktur hingga teknik sitasi, serta memberikan panduan praktis cara memperbaikinya. Dengan memahami pola-pola kesalahan ini, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan kualitas tulisan akademiknya dan memenuhi standar ilmiah yang dituntut perguruan tinggi.

Pembahasan Akademik: kesalahan menulis makalah, penulisan makalah mahasiswa, struktur makalah ilmiah, kesalahan akademik, perbaikan makalah



Pendahuluan

Dunia perkuliahan menuntut mahasiswa tidak hanya untuk memahami materi kuliah, tetapi juga mampu mengkomunikasikan pemikiran tersebut melalui tulisan yang sistematis. Makalah menjadi salah satu instrumen utama dalam menilai kemampuan kognitif dan analitis mahasiswa. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa yang menganggap remeh proses penulisan ini. Kesalahan sering terjadi bukan karena ketidakmampuan berpikir, melainkan ketidaktahuan akan aturan baku penulisan ilmiah. Hal ini berdampak pada rendahnya kualitas akademik dan potensi kesalahpahaman dalam penyampaian gagasan.

Dalam konteks pendidikan tinggi, memahami etika dan mekanika penulisan adalah bagian dari integritas keilmuan. Sebagai dosen, saya sering menemukan bahwa pola-pola kesalahan ini berulang setiap tahun. Oleh karena itu, mengidentifikasi dan mengoreksi kesalahan tersebut sejak dini sangatlah krusial untuk pengembangan keilmuan yang berkelanjutan.

Posisi Keterampilan Menulis dalam Tradisi Akademik

Dalam tradisi akademik, menulis bukan sekadar aktivitas menyalurkan ide, melainkan metode pencarian kebenaran (inquiry). Penulisan makalah yang baik mencerminkan kemampuan seorang mahasiswa untuk menyusun argumen logis, menggunakan bukti yang valid, dan menghargai karya intelektual orang lain melalui sitasi yang tepat. Tanpa penguasaan keterampilan ini, komunikasi ilmiah akan terhambat dan perkembangan ilmu pengetahuan menjadi stagnan.

Proses menulis makalah akademik yang sistematis dan terstruktur
Proses menulis makalah akademik yang sistematis dan terstruktur.

Landasan Teori

Pengertian Makalah

Secara etimologis, istilah makalah berasal dari bahasa Arab maqālah yang bermakna uraian, pembahasan, atau tulisan yang menyampaikan suatu gagasan. Kata tersebut berakar dari verba qāla yang berarti “mengatakan” atau “mengemukakan pendapat”. Dalam pengertian ini, makalah dipahami sebagai sarana untuk menuangkan pikiran, pandangan, atau argumen seseorang secara tertulis dan terstruktur. Dengan demikian, sejak makna dasarnya, makalah telah mengandung unsur penyampaian ide yang bersifat rasional dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Dalam konteks akademik, makalah didefinisikan sebagai karya tulis ilmiah yang membahas suatu permasalahan tertentu secara empiris, analitis, dan deskriptif. Menurut kaidah penulisan ilmiah, makalah adalah laporan tertulis yang disusun berdasarkan data atau fakta yang tersedia untuk memecahkan suatu masalah atau mendapatkan kesimpulan tertentu. Berbeda dengan esai opini yang lebih subjektif, makalah menuntut objektivitas dan landasan teori yang kuat.

Konsep dan Prinsip Dasar Penulisan

Penulisan makalah yang sah diakui dunia akademik harus memenuhi tiga prinsip dasar, yaitu: keilmuan (scientific), kerapian (systematic), dan kebahasaan (linguistic). Prinsip keilmuan menuntut adanya data dan referensi; prinsip kerapian mengharuskan adanya struktur yang logis; dan prinsip kebahasaan mengharuskan penggunaan bahasa baku, lugas, dan tidak berbelit-belit.

Asas Penulisan Ilmiah

Asas utama dalam penulisan makalah meliputi:

  1. Objektivitas: Penulis harus memisahkan pendapat pribadi dengan fakta yang ada.
  2. Rasionalitas: Setiap pernyataan harus dapat dipertanggungjawabkan secara logika.
  3. Kejujuran Intelektual: Mengakui sumber rujukan dan menghindari plagiarisme.

Klasifikasi Jenis Makalah

Secara umum, makalah diklasifikasikan berdasarkan tujuannya, antara lain: makalah informatif (bertujuan memberikan informasi), makalah persuasif (bertujuan meyakinkan pembaca), dan makalah deskriptif (menggambarkan suatu fenomena). Memahami klasifikasi ini membantu mahasiswa menentukan nada dan gaya bahasa yang tepat sejak awal penulisan.

Pembahasan

Proses menulis makalah akademik yang sistematis dan terstruktur.
Perbandingan struktur makalah yang tepat versus struktur yang berantakan.

Berdasarkan pengalaman membimbing mahasiswa, ditemukan bahwa temuan kesalahan dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori utama. Analisis ini bukan untuk menyalahkan, tetapi sebagai langkah reflektif untuk perbaikan. Data "kasus" yang sering muncul menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung melupakan aturan dasar teknis dan etika akademik karena terburu-buru atau minimnya referensi panduan.

Kesalahan Struktur dan Sistematika

Kesalahan paling dasar sering terjadi pada bagian struktur. Banyak mahasiswa yang menggabungkan Pendahuluan langsung ke Kesimpulan tanpa adanya Pembahasan yang memadai, atau lupa memasukkan Daftar Pustaka. Struktur makalah yang baku (Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Metode/ Pembahasan, Penutup) seringkali diabaikan.

Plagiarisme dan Kesalahan Sitasi

Masalah plagiarisme adalah "momok" terbesar di dunia akademik. Kesalahan umum yang terjadi adalah copy-paste paragraf dari internet tanpa parafrasa, atau lupa mencantumkan sumber dalam teks (in-text citation). Mahasiswa sering bingung membedakan antara pendapat pribadi dengan pendapat ahli yang dikutip. 

Penggunaan Bahasa yang Tidak Baku

Bahasa percakapan (bahasa sehari-hari) sering menyelinap ke dalam makalah akademik. Penggunaan kata ganti "saya", penyebutan singkatan yang tidak standar, dan penggunaan emotif atau berlebihan mengurangi kredibilitas tulisan. Bahasa ilmiah seharusnya impersonal dan formal.

Miskonsepsi Umum tentang Penulisan Makalah

Miskonsepsi sering menghambat mahasiswa untuk berprestasi. Bagian ini meluruskan pandangan yang keliru tersebut.

  • Miskonsepsi: "Semakin panjang makalah, semakin bagus nilainya."

    Klarifikasi: Kualitas bobot isi dan kedalaman analisis jauh lebih penting daripada ketebalan halaman. Makalah yang padat dan relevan jauh lebih dihargai daripada makalah yang panjang tapi berisi "sampah" atau pengulangan.

  • Miskonsepsi: "Mengutip dari Wikipedia sudah cukup karena akurat."

    Klarifikasi: Wikipedia adalah sumber ensiklopedia awam yang bisa diedit siapa saja. Untuk karya ilmiah, rujukan primer seperti jurnal internasional, buku ajar, dan prosiding seminar menjadi standar validitas data.

Ilustrasi dosen memeriksa dan mengoreksi makalah mahasiswa
Proses koreksi dan revisi makalah untuk mencapai kualitas optimal.

Contoh atau Studi Kasus

Mari kita simatikan contoh kasus sederhana mengenai kesalahan penulisan judul dan abstrak yang sering terjadi pada mata kuliah Metodologi Penelitian.

  • Latar Belakang Kasus: Seorang mahasiswa menulis judul "Makalah tentang Lingkungan Hidup". Judul ini terlalu umum dan tidak spesifik.
  • Penerapan Konsep: Menggunakan prinsip kejelasan dan kekhususan, judul diperbaiki menjadi "Analisis Dampak Limbah Plastik Terhadap Kualitas Tanah di Permukiman Padat Kota X".
  • Hasil atau Implikasi: Judul yang baru langsung memberi gambaran jelas mengenai variabel (limbah plastik, kualitas tanah) dan lokasi penelitian (Kota X), sehingga pembaca langsung paham fokus pembahasannya.

Implikasi Akademik

Memahami dan memperbaiki kesalahan-kesalahan ini memiliki manfaat jangka panjang. Pertama, mahasiswa akan terbiasa berpikir kritis dan terstruktur. Kedua, keterampilan menulis yang baik adalah modal utama dalam menyusun skripsi atau tesis kelak. Ketiga, mahasiswa akan terhindar dari sanksi akademik terkait pelanggaran plagiarisme. Integritas akademik dipertahankan melalui tulisan yang jujur dan bertanggung jawab.

Menulis Makalah di Era AI: Antara Bantuan Teknologi dan Berpikir Kritis

Di era digital dan kecerdasan buatan (AI) saat ini, kemampuan menulis akademik malah semakin vital. Meskipun AI dapat membantu mengoreksi tata bahasa, kemampuan menyusun logika argumen dan integritas referensi tetap menjadi domain manusia. Mahasiswa yang menguasai fondasi penulisan makalah akan mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti proses berpikir kritisnya.

Kesimpulan

Kesalahan dalam menulis makalah adalah fase wajar dalam proses belajar mahasiswa, namun harus segera dikoreksi agar menjadi kebiasaan baik. Fokus perbaikan utama terletak pada kepatuhan terhadap struktur standar, penggunaan bahasa baku, dan kejujuran dalam sitasi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ilmiah ini, mahasiswa tidak hanya meningkatkan nilai akademiknya, tetapi juga menanamkan fondasi karakter ilmiah yang kuat. Mari tingkatkan kualitas tulisan kita demi kemajuan literasi bangsa.


Referensi

  1. Ary, D., Jacobs, L. C., & Sorensen, C. Introduction to Research in Education. Cengage Learning.
  2. Buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Universitas Indonesia. 2020.
  3. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.